Teori Motivasi Kerja Menurut Para Ulama

Teori Motivasi Kerja Menurut Para Ulama -- Motivasi adalah suatu pemberian motif bekerja dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk memulai dan mengarahkan perilaku demi tercapainya tujuan organisasi dengan efesien dan ekonomis. Motivasi kerja sebagai suatu dorongan kerja yang ada pada diri seseorang terhadap pekerjaannya yang dapat menyebabkan naik turunnya produktivitas kerja. 

Teori Motivasi Menurut Al-Ghazali

1. Struktur Jiwa

 Dalam tiga dimensi itu struktur jiwa manusia terdiri atas al-qalb, al-ruh, al-nafs, dan al-aql. Unsur yang empat ini mengerucut pada satu makna yakni latifah atau al-ruh al-rabbaniyyah yang merupakan esensi manusia yang memiliki daya serap, mengetahui dan mengenal, dan sekaligus menjadi obyek pertanggungjawaban atas perbuatan yang dilakukannya, sehingga akan mendorong pada setiap jiwa atau individu untuk berbuat sesuatu.

2. Junud al-Qalb sebagai Unsur Motivasi

 Menurut Al-Ghazali sebuah perilaku terjadi karena peran dari Junud alQalb atau tentara hati. Dalam diri manusia terdapat dua kelompok Junud alQalb, yaitu yang bersifat fisik berupa anggota tubuh yang berperan sebagai alat dan yang bersifat psikis. Yang bersifat psikis mewujud dalam dua hal yaitu syahwat dan ghadlab yang berfungsi sebagai pendorong (iradah). Syahwat mendorong untuk melakukan sesuatu (motif mendekat) dan ghadlab mendorong untuk menghindar dari sesuatu (motif menjauh). Adapun tujuan dari perilaku tersebut adalah untuk sampai kepada Allah. Tetapi dalam praktiknya perilaku ini terbagi ke dalam hirariki motivasi Ammarah (hedonistik), motivasi Lawwamah (skeptik), dan motivasi Muthmainnah (spiritualistic).

Teori Motivasi Menurut Syekh Muhammad Ismail

Menurut syeh Muhammad Ismaiel dalam bukunya Widjayakusuma dan Yusanto (2002 : 187-188)’ menguraikan motivasi yang mendorong manusia untuk berbuat sesuatu, seperti motivasi fisik-material (Quwwah Madiyah), motivasi ini meliputi tubuh manusia dan alat yang diperlukan jasmaninya, setiap manusia diciptakan dibumu ini untuk bekerja keras untuk mencari penghidupan masing-masing, dalam bukunya Afdlalurrahman, Alqur’an memberi penekanan utama terhadap pekerjaan dan menerangkan dengan jelas. Dalam surat Al-balad yang Artinya : ”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah”.

Ini merupakan suatu cobaan bagi manusia yakni telah ditakdirkan berada pada kedudukan yang tinggi (mulia) tetapi kemajuan tersebut dapat dicapai melalui ketekunan dan bekerja keras. Setiap penaklukan manusia terhadap alam ini merupakan dari hasil kerja keras yang dijalan, dengan demikian setelah manusia berjuang sungguh-sungguh dan dalam waktu yang sama barulah manusia dapat mencapai kebahagiaan dalam hidupnya.

Maka dari motivasi yang paling tinggi adalah rajin bekerja disini merupakan perintah untuk mencari nafkah guna untuk memenuhi kebutuhan prekonomian keluarga dan masyarakat, motivasi kearah itu dijelaskan oleh rosulullah SAW, dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Huroiroh yang Artinya : "Sungguh seseorang dari kalian mengambil seutas tali lalu kemudian pergi pagi-pagi (dan saya mengira beliau berkata ) kegunjung, lalu mencari kayu bakar, kemudian dia menjualnya, lebih baik baginya dari pada meminta-minta pada orang.” (H.R Al-Bukhori).

Teori Motivasi Abdul Hamid Mursi

Adapun konsep motivasi kerja bagi yang dikemukakan oleh abdul hamid
mursi terbagi atas :

1. Motivasi fisiologi 

Fungsi-fungsi fisiologi merupaka sisi penting kehidupan manusia yang mengakomodasikan kebutuhan-kebutuhan fisik, memenuhi atau menggantikan setiap kekurangan, dan meluruskan kegoncangan atau ketidak seimbangan. Ia senantiasa menjaga keseimbangan vital (homeostaris) yang lazim untuk menjaga diri, eksistensi dan kesinambungan dalam menjalankan fungsi-fungsinya.
Jika keseimbangan ini mulai tidak serasi , maka motivasi-motivasi fisiologi akan melakukan aktivitas yang pasti mengembalikan tubuh kepada keadaan semula yaitu keseimbangan. Al-Qur’an menunjukkan motivasimotivasi fisiologi terpenting sebagaimana penulis ringkaskan berikut ini:

  • Motivasi menjaga diri, misalnya motivasi menjaga diri dari lapar, hausdan terik matahari, motivasi mencintai kelangsungan hidup dan motivasi berkuasa. Orang muslim-bekerja selain untuk beribadahkarena ingin memperoleh sejumlah uang untuk membeli makanan serta mengantisipasi berbagai peristiwa dan tantangan zaman yang menerpa kehidupannya.
     
  • Motivasi menjaga kelangsungan jenis yang meliputi motivasi seksual dan rasa keibuan (kasih sayang). Mortivasi seksual memainkan peranan penting, yaitu untuk menciptakan kesinambungan keturunan sehingga terbentuklah keluarga yang pada akhirnya membentuk masyarakat dan bangsa, sehingga bumi menjadi makmur dan peradaban berkembang pesat. Tumbuh diantara mereka rasa cinta, kasih dan saying, sehingga rumah tangga berjalan harmonis. Kondisi  ini kondusif bagi lahir, tumbuh, dan berkembangnya anak-anak berkepribadian baik.

2. Motivasi psikologis atau sosial

Adapun yang termasuk dalam bentukbentuk motivasi-motivasi psikologis atau sosial, antara lain:

a. Motivasi kepemilikan

Motivasi memiliki merupakan motivasi psikologis yang dipelajari manusia ditengah pertumbuhan sosialnya. Ia belajar sejak masa kanakkanak untuk menguasai dan memelihara mainannya. Dalam fase pertumbuhan, berkembang kecendrungan individu untuk memiliki. Ia berusaha mengakumulasi harta yang dapat memenuhi kebutuhan dan jaminan keamanannya hinggga masa yang akaan dating. Harta mempunyai peranan dalam memenuhi kebutuhan manusia. Urutan pemuasan kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Kebutuhan pangan dan papan (tempat tinggal)
  2. Kebutuhan kesahatan dan pendidikan 
  3. Kebutuhan bagi kelangkaan hidup
  4.  Kebutuhan terhadap posisi, status dan pengaruh sosial

b. Motivasi berkompetisi
Berkompetisi (berlomba-lomba) merupakan dorongan psikologis yang diperoleh dengan mempelajari lingkungan dan kultur yag tumbuh di dalamnya. Al-Qur’an menganjurkan manusia agar berkompetisi dalam ketakwaan, amal saleh, berpegang pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip kemanusiaan, dan mengikuti manhaj ilahi dalam hubungan dengan sang
pencipta dan sesama manusia sehingga memperoleh ampunan dan keridhoan Allah SWT.

c. Motivasi kerja
Motivasi kerja dimiliki oleh setiap manusia, tetapi ada sebagian orang yang lebih giat bekerja dari pada yang lain. Kebanyakan orang mau bekerja lebih keras jika tidak menemui hambatan dalam merealisasikan apa yang diharapkan. Selama dorongan kerja itu kuat, semakin besar peluang individu untuk lebih konsisten pada tujuan kerja.
Ada jiga yang lebih menyukai dorongan kerja tanpa mengharapkan imbalan, sebab ia menemukan kesenangan dan kebahagian dalam perolehan kondisi yang dihadapi dan dalam mengatasi situasi yang sulit.
Al Qur’an menganjurkan kita bekerja, yakni dalam untaian ayat berikut:
"Artinya: apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi,dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung" (QS. Al Jumu’ah: 10). 

Motivasi bekerja dan berproduksi dalam rangka beribadah kepada Allah. Islam telah menetapkan pekerjaan bagi seorang muslim sebagai hak sekaligus kewjiban. Islam menganjurkan bekerja dan memerintahkan agar pekerjaan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Rasulullah SAW berpesan agar seorang muslim berlaku adil dalam menetapkan gaji dan menepati pembayarannya. Pekerja  yang menjalankan tugas dengan baik dihargai dengan gaji yang seimbang. Demikian pula, ia berpesan agar para pemimpin tidak merugikan para pekerja dalam bentuk apapun, termasuk tidak membebani pekerja diluar kemampuannya. (Hamid, 1997:132-134)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Teori Motivasi Kerja Menurut Para Ulama"

Post a Comment