Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli

Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli. -- Motivasi berasal dari kata "motive" yang mempunyai arti "dorongan". Dorongan itu menyebabkan terjadinya tingkah laku atau perbuatan. Untuk melaksanakan sesuatu hendaklah ada dorongan, baik dorongan  itu  yang  datang dari dalam diri manusia maupun yang datang dari lingkungannya. Dengan  perkataan lain, untuk dapat melaksanakan sesuatu harus ada motivasi.

Sama juga halnya pada waktu melaksanakan kegiatan pembelajaran. Peserta didik hendaklah memiliki motivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Apabila peserta didik memiliki motivasi yang kuat terhadap materi pelajaran yang  diterangkan  oleh  guru, maka ia akan memperlihatkan partisipasinya dan aktivitasnya untuk  mengikuti kegiatan-kegiatan didalam pembelajaran yang sedang berlangsung.

Pada dasarnya motivasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu, motivasi  internal dan motivasi eksternal. Motivasi internal berasal dari dalam diri individu yang berupa adanya keinginan dan keperluan yang ada dalam diri  individu  sehingga menyulut motivasi dalam dirinya. Kekuatan motif tersebut akan mempengaruhi dan mengarahkan perilaku orang tersebut. Sedangkan motivasi eksternal menjelaskan kekuatan-kekuatan yang terdapat dalam diri individu yang dipengaruhi faktor internal. Motivasi eksternal biasa dipahami sebagai sebuah  usaha untuk mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.

McDonald dalam Tabrani, Kusnidar dan Arifin menjelaskan, bahwa "motivasi adalah suatu perbuatan energi dalam diri seseorang yang  ditandai  dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.”80

Sedangkan menurut Gray sebagaimana yang diungkap oleh Winardi menyebutkan bahwa motivasi merupakan sejumlah proses, yang bersifat internal, atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi, dalam hal melaksanakan kegiatan- kegiatan tertentu.81

Didalam rumusan ini terlihat adanya tiga unsur penting, yaitu: (a) bahwa motivasi mengawali terjadinya perubahan energi pada setiap diri manusia. Perkembangan motivasi itu makin membawa beberapa perubahan pada sistem neurofisilogis yang ada dalam organisme manusia, dan penampakannya akan menyangkut kegiatan fisik manusia, (b) motivasi ditandai dengan munculnya rasa (feeling), afeksi seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan- persoalan kejiwaan, afeksi, dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia, (c) motivasi ditandai dengan reaksireaksi untuk mencapai tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respon dari  suatu  aksi,  yakni  tujuan.


 Motivasi memang muncul dari dalam diri manusia, akan tetapi kemunculannya karena adanya rangsangan atau dorongan dari unsur-unsur lain yang keberadaannya diluar diri manusia, umpatnanya dirangsang atau didorong  oleh tujuan. Tujuan disini bermacam-macam, ada tujuan pembelajaran, ada tujuan daripada kegiatan yang sedang dilakukan oleh seseorang. Sebab tujuan ini menyangkut terhadap masalah kebutuhan.

Berdasarkan kepada pendapat di atas, Maslow seperti yang dikutip oleh Siagian mengernukakan bahwa motivasi adalah dorongan didalam batin seseorang untuk mencapai tujuan yang timbul dari kebutuhan yang tersusun secara hirarkis, yang mendorong manusia untuk berusaha, yaitu:

  1. kebutuhan fisiologis vaitu ke- butuhan untuk mempertahankan hidup atau kebutuhan pokok manusia seperti sandang, pangan, dan papan,
  2. kebutuhan rasa aman,
  3. kebutuhan social yang menjadi kebutuhan akan perasaan diterima atau diakui,
  4. kebutuhan akan harga diri,
  5. kebutuhan aktualisasi diri."82

Dengan demikian motivasi mempunyai hubungan yang erat dengan kebutuhan dan keinginan untuk melakukan perubahan. Kebutuhan tersebut mendorong individu untuk melakukan perubahan atau mencapai apa yang diinginkannya. Jadi tujuan dari motivasi itu sendiri adalah  untuk  mengarahkan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk memperoleh hasil.

Tindakan motivasi itu akan lebih berhasil bila tujuannya jelas dan disadari yang termotivasi, serta sesuai dengan keinginan-keinginan yang hendak  dicapainya. Jika tujuan jelas dan berarti bagi individu, ia akan berusaha untuk mencapainya. Dengan kata lain, semakin jelas dan berarti tujuan yang akan dicapainya itu semakin besar keinginan untuk mencapai suatu hasil.

Seperti yang sudah dijelaskan pada keterangan tersebut di atas,  bahwa  sukar membedakan pengertian antara motivasi dengan motif, agar para pembaca dapat memahami pengertian motivasi dengan motif, uraian dibawah ini mengupas tentang motif sebagai berikut. “Di samping istilah "motif', dikenal pula dalam psikologi istilah motivasi. Motivasi merupakan istilah yang lebih umum, yang menunjuk kepada seluruh proses gerakan itu, termasuk situasi yang mendorong, dorongan yang timbul dalam diri individu, tingkah laku yang ditimbulkan oleh situasi tersebut dan tujuan atau akhir daripada gerakan atau perbuatan.”83

Motif ialah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Sigmund Freud mengatakan hahwa motif itu  merupakan  energi dasar yang terdapat dalam diri seseorang. Tiap tingkah laku mernuut Sigmund Freud didorong oleh suatu energi dasar yang disebut instink. "Instink ini oleh Sigmund Freud dibagi dua:

  1. Instink kehidupan atau instink seksual atau libido, vaitu dorongan untuk mempertahankan hidup dan mengembangkan keturunan.
  2. Instink yang mendorong perbuatan-perbuatan yang agresif  atau  yang menjurus kepada kematian."84

Atau seperti dikatakan oleh Sartain dalam bukunya Psychology Understanding of Human Behavior yang dikutip oleh Ngalim M. Purwanto dalam bukunya Psikologi Pendidikan sebagai berikut : "Motif adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku / perbuatan kesuatu tujuan atau perangsang."85

Setiap tingkah laku mempunyai motif. Setiap perbuatan dan tindakan mempunyai dasar, yaitu motif. "Harus dibedakan antara kebutuhan dan motif. Kebutuhan merupakan dasar timbulnya motif."'' Boleh dikatakan kalau tidak ada kebutuhan, maka motif terhadap sesuatu tidak akan muncul.

Misalnya, jika kita berjalan jalan di suatu jalan kota yang masih asing bagi kita, kita mungkin tidak akan memperhatikan keragaman gedung-gedung  toko- toko, tanda-tanda jalan, restoran atau orangorang yang lalu lalang di situ. Apabila kita merasa lapar pada saat itu, barulah kita memperhatikan setiap restoran yang  kita lalui. Hal itu terjadi karena kebutuhan yang ada pada kita mendorong kita  untuk secara aktif mencari pola stimulus  tertentu,  sebaliknya  apabila  kebutuhan itu tidak ada, maka tidak akan menaruh perhatian terhadap stimulus tertentu.

Setiap orang berbuat sesuatu, penting atau tidak perlu selalu didasari oleh motivasinya. Orang pergi ke sawah dan mengerjakan  sawah  itu,  mungkin motifnya agar memiliki beras, beras dapat dijadikan nasi untuk kebutuhan sehari- hari atau untuk dijual untuk memperoleh uang. Orang pergi ke kebun dan mengelola kebunnya agar memperoleh basil berupa sayuran atau Yang lainnya.

Motifnya sayuran itu dapat dipergunakan untuk keperluan sehari-hari atau untuk dijual. Orang pergi kerja ke kantor cepat-cepat pada waktu pagi, hal ini juga  didasari dengan motif agar tidak terlambat, agar tidak dimarahi oleh atasan, agar memperoleh prestasi yang tinggi supaya naik pangkat, atau agar dapat menyelesaikan pekerjaan pada hari itu di kantornya. Orang pergi  bekerja menukangi rumah, mungkin motifnya agar memperoleh upah atau agar pendirian rumah itu cepat selesai sesuai dengan komitmen antara  pekerja  dengan  yang  punya rumah yang memberikan pekerjaan.

Orang yang melamar suatu pekerjaan kesuatu perusahaan atau kesuatu kantor, karena didasari oleh motif, mungkin motifnya supaya memperoleh penghasilan yang tetap untuk memenuhi kebutuhan ehari-harinya. Orang pindah dari suatu pekerjaan ke tempat kerjaan lain juga didasari motif, mungkin motifnya untuk meningkatkan penghasilan atau ada keinginan untuk mencari ketenangan bekerja, atau tempat kerja yang  Baru  itu  lebih dekat dari rumahnya. Atau ditempat kerja yang baru itu pimpinannya lebih ramah dan banyak kenalannya disana.

Ada lagi bagi sebahagian orang sangat suka mengerjakan suatu pekerjaan yang mengandting resiko berbahaya. Tetapi orang tersebut selalu suka dan  bergairah untuk melaknkannya. Ini juga ada motifnya, mungkin orang tersebut untuk menguji kemampuan atau keberaniannya. Mungkin juga  dengan  mengerjakan pekerjaan yang berbahaya itu dia akan memperoleh basil yang memuaskan, baik dari segi material, maupun kesenangan.

Sebagian orang suka masuk tentara, ini juga ada motifnya, mungkin orang tersebut senang membela negara atau sangat cinta kepada tanah air melalui tentara dia dapat menwujudkan kecintaannya itu kepada negara, disamping menperoleh  penghasilan  yang  memadai untuk kelanjutan hidupnya. Ada juga orang yang suka menjadi pegawai negeri, mungkin motifnya antara lain agar memproleh pensiunan di hari tea kelak, atau karena dia tidak mampu berwirausaha. Ada juga  orang tidak mau bekerja  sama sekali, kerjanya hanya duduk-duduk dan mengobrol sepanjang hari, ini juga didasari oleh motif yang tidak bisa kita ketahui kecuali  kita  adakan  penelitian lebih lanjut terhadap orang tersebut.

Di dalam kegiatan pembelajaran motif itu sangat penting.  Motif  merupakan syarat mutlak bagi seorang siswa untuk belajar, tanpa  motif  siswa tidak bergairah untuk belajar. Sebenarnya bukan saja  motif  itu  penting  bagi siswa, tapi bagi siapa saja yang mengerjakan sesuatu harus memiliki motif agar diperoleh hasil yang maksimal dari pekerjaannya itu.

Pada waktu belajar seringkali siswa-siswa dalam satu kelas ada yang giat dan ada pula yang bermalas-malasan untuk belajar, ada  yang  suka  membolos pada mata pelajaran tertentu, ada juga yang suka bermain-main  didalam  kelas tidak serius mengikuti pelajaran yang diterangkan oleh guru. Hal ini mungkin disebabkan guru tidak dapat mendorong atau membangkitkan motif anak untuk belajar.

Mungkin siswa tidak memahami apa yang diterangkan oleh guru, siswa tidak simpatik terhadap gerak gerik guru, atau siswa tidak senang kepada penampilan guru mengajar sehingga tidak timbul motif siswa untuk mengikuti pelajaran. Atau dapat juga karena siswa tidak mengetahui manfaat dari pelajaran yang disajikan oleh guru tersebut.

Oleh karena itu pada waktu siswa mengikuti suatu pembelajaran di sekolah hendaklah diterangkan manfaat siswa mempelajari pelajaran tersebut. Apabila siswa-siswa telah mengetahui manfaat pelajaran itu bagi dirinya, mereka akan lebih bergiat untuk mempelajarinya.

Setiap tindakan manusia selalu didorong oleh faktor-faktor tertentu  sehingga terjadi tingkah laku atau perbuatan. Faktor  pendorong  ini  disebut motif.86 Menurut Handoko (dalam Ninawati), motif adalah suatu alasan atau dorongan yang menyebabkan individu berbuat sesuatu atau melakukan tindakan tertentu. Motif-motif tersebut pada saat tertentu akan menjadi aktif bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan. 87 Morgan,dkk menerangkan motivasi adalah sebagai suatu dorongan yang mendorong individu untuk menampilkan tingkah laku secara persisten yang diarahkan untuk mencapai tujuan.88

Pada saat ini, konsep kebutuhan Murray banyak digunakan dalam menjelaskan motivasi dan arah dari perilaku (dalam Schultz & Schultz). Murray mengkategorikan kebutuhan menjadi dua kategori, yaitu  kebutuhan  primer  (primer needs) dan kebutuhan sekunder (secondary needs).89

Kebutuhan primer adalah kebutuhan-kebutuhan yang ditimbulkan dari keadaan internal tubuh atau kebutuhan yang diperlukan untuk tetap bertahan hidup. Kebutuhan primer ini adalah kebutuhan yang bersifat tidak dipelajari. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang timbul dan berkembang setelah kebutuhan primer terpenuhi. Contoh dari kebutuhan sekunder ini adalah kebutuhan untuk berprestasi (need of achievement) dan kebutuhan untuk berafiliasi (need of affiliation).

Sejalan dengan pendapat Murray, McClelland dan Geen menyebutkan bahwa di dalam diri manusia selain ada dorongan yang bersifat biologis, terdapat juga dorongan lain yang sangat kuat dan tidak memiliki dasar biologis yaitu kebutuhan untuk mendapatkan prestasi. Kebutuhan untuk mendapatkan prestasi merupakan salah satu motif yang bersifat sosial karena motif ini dipelajari dalam lingkungan dan melibatkan orang lain serta motif ini merupakan suatu komponen penting dalam kepribadian yang membuat manusia berbeda satu sama lain.90

Motivasi yang  tumbuh  dalam  diri  seseorang,  kita  kenal  sebagai  motivasi internal yang tumbuh karena adanya kebutuhan dan  keinginan.  Sedangkan motivasi yang tumbuh di luar  diri  seseorang  disebut  motivasi eksternal yang harus diciptakan dan diarahkan supaya  dapat  membantu  tumbuhnya motivasi internal.

Dari berbagai teori dan penanganan mengenai motivasi yang dikemukakan diatas, dapat disimpulkan bahwa motivasi  adalah  suatu kondisi internal yang mampu menimbulkan dorongan dalam diri manusia yang menggerakkan dan mengarahkan untuk melakukan perilaku dan aktifitas sertentu guna mencapai tujuan dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Daftar Pustaka:

  • 80) A. Tabrani Rusyan, dkk., Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja Karya, 1994), hlm.100.
  • 81) Winardi, Manajemen Perilaku Organisasi (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2002), hlm. 36.
  • 82) Sondang P. Siagian, Teori Motivasi dan Aplikasinya (Jakarta: Rineka Cipta, 1995),
  • 83) Sarlito Wirawan Sarwono, Pengantar Umum Psikologi (Jakarta; Bulan Bintang, 1976), hlm.57
  • 84) Sarlito Wirawan sarwono, Pengantar Umum Psikologi, hlm.57
  • 85) Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1999),
    hlm.60.
  • 86) Ninawati, Motivasi Berprestasi, Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 2002. Vol.4 No.8,
  • 87) Ninawati, Motivasi Berprestasi, Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 2002. Vol.4 No.8, hlm. .77-78
  • 88) Cliffort T. Morgan, dkk., Introductions to Psychology (Toronto; McGraw-Hill, 1986), hlm.25.
  • 89) Duene Schults and Ellen Sydny Schults, Theory of Pshycology (USA: Brookes Colle Publishing Company, 1994), hlm. 19.
     
     

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli"

  1. •Secondary operations similar to heat treatment, paint, powder coating and anodising (see PRIMA 9.4) are commonly used to improve end. •For stainless steels, aluminium and cleaning supplies titanium alloys sometimes. These criteria could be utilized to microforming with proper verification of fabric behavior.

    ReplyDelete